2011
3:13PM
View comments
Saya membayangkan di hari Minggu yang tenang ada 1.000-an orang kalap, ngumpul di luar rumah saya, mau bakar rumah saya, bunuh keluarga dan teman-teman saya.
Lalu saya telepon Pak Polisi.
Saya: “Halo, Pak Polisi. Ini saya Suparman di Cikeusik. Tolong Pak, rumah saya mau dibakar dan kita semua mau dihajar!”
Pakpolisiyangbaik: “Halo, lokasinya dimana ya tadi?”
Saya: “Cikeusik Pak, Pandeglang”
Pakpolisiyangbaik: “Oh, kita sudah tahu bakal ada aksi massa kok, dan kita sudah menempatkan beberapa personil aparat juga. Jangan khawatir ya…”
Saya: “Tapi Pak, ini seribuan orang lo yang mau nyerang!”
Pakpolisiyangbaik: “Oh begitu ya? Sabar ya Mas. Rumah Mas Suparman kan jauh. Menurunkan aparat dalam jumlah besar memerlukan waktu. Andakan lihat sendiri dari pusat kota berapa jauh, berapa lama ke lokasi.* Ngomong-ngomong Mas Suparman ada hubungan keluarga sama Mas Superman? Mungkin dia bisa bantu.
___________________________________________________________
(Dialog diatas adalah fiktif, kan ceritanya saya lagi membayangkan)
*Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Negara RI, Kombes Boy Rafli Amar